Let It Go

Don´t be embarrassed, don´t be afraid
Don´t let your dreams slip away
It’s determination and using your gift
Everybody has a gift
Never give up, never let it die
Trust your instincts and most importantly
You´ve got nothing to lose
So just go for it

(It’s Amazing​ – Jem)

Lagu ini kurang lebih merepresentasikan rasa yang menggantung 1 tahun belakangan. Di tengah upaya memutar konsep “zona nyaman” dari yang terbiasa nyaman dengan kedinamisan aktivitas luar rumah menjadi nyaman (membangun surga) di rumah. 

Menghidupkan mimpi tak boleh henti sembari menjalani kodrat asasi. Mimpi yang harus terus hidup mendampingi cita akan peradaban rabbani kelak. Mimpi yang harus dirawat bersama “tunas mungil” yang boleh jadi suatu saat menjadi partner terbaik tuk mewujudkan sang mimpi.

Bersama Institut Ibu Profesional (IIP) aku seperti lepas landas, mengepakkan sayap tuk meraih sang mimpi. Bersama para pemimpi yang gairah belajarnya sungguh luar biasa. Semoga sang mimpi melangit bersama doa hingga siap membumi dan menjadi rahmat bagi semesta.

Terima kasih IIP yang telah memberi ruang untuk belajar, beradab, bermimpi, berdaya, berkarya, berbagi. Mudah2an bisa melanjutkan ke jenjang-jenjang berikutnya dengan syukur nan semangat!

Bismillaahirrahmaanirrahiim 😊

Advertisements

​Setelah Delapan Tahun(12 Rabiul Awwal 1431-1439)

Masjid ini adalah saksinya. Saat “mitsaaqan ghalizha” itu terucap. Hari ini, delapan tahun yang lalu. Gerimis pun turun membasahi bumi. Sesaat setelah terik matahari menyinari Jumat yang istimewa itu. Berharap itu pertanda awal keberkahan bagi kami.
Delapan tahun menjadi jalan yang panjang. Jalan pembelajaran bagi kami. Agar konsisten dalam taqwa. Bahagia dan duka hanya warna kehidupan. Terkadang muncul rasa tidak suka. Namun kasih sayang lebih memenuhi jiwa. Juga rindu yang memberi nuansa. 
Jangan letih saling menasihati. Seiring waktu yang berganti. Sebagai amanah yang harus dijaga. Juga sabar dan syukur yang dipupuk senantiasa. Dalam kebenaran dan kebaikan, semoga kita dapat terus bersama. Lelah akan hilang. Amal shalih akan kekal.

“Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (Q.S. Ath-Thuur: 21)

-HH-