Memahami Psikologi Suami-Istri

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

(QS Ar-Ruum: 21)

Maha benar Allah dengan segala firmanNya dan Maha Suci Ia yang telah mengaruniakan kecenderungan, ketentraman serta kasih sayang kepada pasangan hidup kita. Lantas, untuk mensyukurinya, hendaklah kita membangun cinta dengan kerja-kerja ikhlas karenaNya.

Salah satu kerja cinta adalah menjaga kelancaran komunikasi dengan pasangan, tidak memandang apakah usia pernikahan kita 1, 5, 10, 20 atau 50 tahun, tentunya komunikasi akan menjadi pupuk yang senantiasa menyuburkan cinta bagaimana pun bentuknya. Di sini, saya akan mengutip tulisan Dr. Thariq Kamal An-Nu’aimi yang berjudul Psikologi Suami-Istri: Memahami Perbedaan Tabiat dan Karakter Seksis Laki-laki dan Perempuan Demi Membangun Keharmonisan Hidup Berkeluarga.*

Perbedaan antara laki-laki dan perempuan adalah fitrah yang kodrati maka masing-masing hendaknya saling mengerti kekhasan pasangannya. Perbedaan yang ada bukan dipelajari hanya untuk mengetahui kelemahan pasangan sehingga kita berhak menghakiminya atau mendiamkannya begitu saja tanpa upaya memperbaiki. Akan tetapi, masing-masing memahami kelebihan dan kekhasan pasangannya agar dapat saling bersinergi dan melahirkan sakinah, mawaddah wa rahmah. Dengan begitu, insya Allah dapat dibangun hubungan yang langgeng dan diridhoi olehNya. 

Tulisan ini sendiri akan dibagi perbab agar mudah untuk membaca, menghayati dan megamalkannya, insya Allah.

Perbedaan Pokok antara Laki-laki dan Perempuan

Perbedaan yang nampak kasat mata adalah perbedaan fiisik yang sudah jelas seperti organ reproduksi. Kemudian kulit laki-laki lebih tebal dari kulit perempuan maka kulit perempuan lebih cepat keriput. Jika saya hubungkan dengan aspek psikis maka wajar jika perempuan lebih memperhatikan kecantikannya, akan tetapi tidak lantas para kaum hawa ini memberikan perhatian yang berlebihan pada fisiknya sehingga melupakan kecantikan yang lebih hakiki yakni kecantikan jiwanya. Kemudian pita suara perempuan lebih pendek dari pita suara laki-laki yang menyebabkan suara laki-laki lebih keras dan dalam dari suara perempuan. Darah perempuan dan laki-laki pun berbeda di mana darah laki-laki lebih tebal daripada darah perempuan dan jumlah butir darah merah laki-laki lebih banyak dari darah perempuan. Perbedaan itu mencapai 20% yang berarti laki-laki menghasilkan oksigen lebih banyak daripada perempuan dan laki-laki bernafas lebih dalam daripada perempuan sedangkan perempuan lebih besar frekuensi nafasnya.

Perbedan lainnya adalah susunan tulang. Tulang laki-laki ukurannya lebih besar dari tulang perempuan juga berbeda susunannya sehingga membuat cara jalannya berbeda dan besar langkahnya pun berbeda. Maka dari itu, wajar jika perempuan berjalan lebih lama dari laki-laki karena untuk mengimbangi langkah laki-laki, perempuan mengeluarkan tenaga lebih banyak. Ini juga akan menguji kesabaran suami ketika berjalan bersama istirnya ;). Tulang pinggul perempuan yang lebar juga sudah didesain oleh Allah SWT untuk mempermudahnya melahirkan anak.

Perbedaan lainnya adalah otot pada tubuh laki-laki perimbangannya lebih banyak daripada kandungan lemaknya sehingga laki-laki lebih mudah menurunkan berat badannya daripada perempuan atau jika makan banya, laki-laki tidak begitu cepat gemuk meski berat badannya bertambah. Akan tetapi, lapisan lemak yang berada di bawah kulit perempuan memiliki kelebihan dapat menjaga kondisi tubuh lebih baik saat udara dingin dibandingkan dengan laki-laki.

Struktur otak perempuan pun berbeda dengan laki-laki. Louann Brizendine dalam bukunya yang berjudul The Female Brain hal.32 menjelaskan bahwa ketika masih berada di dalam rahim ibu, suatu gelombang besar testosteron yang dimulai pada minggu ke-8 akan mengubah otak uniseks ini menjadi otak laki-laki dengan mematikan sel-sel tertentu di pusat komunikasi dan menumbuhkan lebih banyak sel di pusat seks dan agresi. Jika gelombang testosteron ini tidak terjadi, otak perempuan ini terus tumbuh tanpa hambatan. Sel-sel otak janin bayi perempuan ini menumbuhkan lebih banyak lagi koneksi di pusat-pusat komunikasi serta area-area yang memproses emosi. Maka dari itu, perempuan akan lebih suka berbicara dan mampu memahami emosi seseorang dari bahasa nonverbalnya seperti ekspresi wajah, intonasi suara sejak ia masih kecil dibandingkan dengan laki-laki. Akan tetapi hemat saya, ini bukan harga mati karena setiap orang unik dan dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti pola asuh keluarga serta lingkungannya sehingga laki-laki masih bisa berubah dengan belajar memahami lingkungannya, pun perempuan yang satu dengan yang lain berbeda-beda.

Oleh karena itu, tidak perlu minder atau membangga-banggakan diri dengan karunia yang Allah berikan kepada diri dan pasangan. Senantiasalah bersyukur atas keindahan tubuh yang Allah berikan secara cuma-cuma ini 🙂 

Perbedaan Psikologis Secara Umum

Perbedaan ini yang akan dibahas lebih mendalam dalam buku Psikologi Suami-Istri (PSI). Sebagai contoh, perempuan sering dikatakan lebih berperasaan dari laki-laki, tabiat perempuan untuk mengeratkan hubungan dengan orang lain lebih besar dari laki-laki, responnya ketika menghadapi kesulitan dan kelelahan berbeda dengan laki-laki. Sebagain orang mengatakan bahwa perbedaan ini disebabkan oleh pola asuh orang tua padahal ini kembali ke perbedaan struktur fisiologis seperti yang dijelaskan sebelumnya di samping faktor pola asuh orang tua, pendidikan, serta masyarakat yang mengelilinginya. Jadi tidak dibenarkan jika dikatakan bahwa laki-laki hanya memiliki sifat kelaki-lakian saja begitu pula sebaliknya.

Kembali kepada perbedaan psikologis umum. Laki-laki memiliki cara berfikir memusat sehingga orientasinya pada pekerjaan fokus dan besar terhadap diri sendiri bahkan bisa menjadi egois. Sedangkan perempuan mempunyai perhatian yang besar terhadap orang lain melebihi dirinya sendiri bahkan ekstremnya sampai mengabaikannya dan sulit untuk mengemukakan kebutuhan-kebutuhan pribadinya. Maka dari itu, masing-masing harus memahami dan berusaha menyeimbangkan karakter yang ada dalam diri agar terjadi hubungan yang harmonis. Maka dari itu pula, munculnya rasa saling membutuhkan dan saling melengkapi antara keduanya sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ruum: 21.

Sebab, Pemecahannya  serta Nasihat Penting

Pernikahan dalam pengertian ilmu sosial adalah ikatan antara laki-laki dan perempuan dengan perjanjian yang bersifat sakral yang membolehkan keduanya hidup bersama di bawah satu atap. Berarti pernikahan adalah perkumpulan yang menggabungkan dua orang yang berbeda. Kedua orang tersebut tidur dan bangun bersama, makan dan minum bersama, berfikir, berencana, dan mengambil keputusan penting secara bersama-sama yang juga berkaitan langsung dengan perjalanan hidup mereka untuk masa depannya.

Lantas, apakah mudah antara kedua makhluk ini saling memahami dan bersepakat antara satu dengan lainnya? Apakah keduanya berfikir dengan bentuk dan cara yang sama? serta menyikapi masalah dengan cara yang sama? Mari kita renungi sabda Rasulullah saw berikut,

Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda,“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

atau

“Nasihatilah perempuan dengan cara yang baik! Perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, sementara yang paling bengkok itu bagian teratasnya. Jika engkau bersikeras meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika engkau membiarkannya, ia akan bengkok selamanya. Maka nasihatilah perempuan dengan cara yang baik!” (HR Bukhari, Muslim, Ibnu Abi Syaibah, dan Baihaqi)

Bagaimana kita menyikapi hadits ini? Apa yang sebenarnya Rasulullah maksud dengan hadits ini? Rasulullah saw seperti kita ketahui adalah insan terbaik di dunia ini, yang salah satu sifatnya adalah fatanah atau cerdas sehingga tak mungkin haditsnya mendiskreditkan suatu golongan atau menurut kehendak nafsunya sendiri. Ada pun ketidak pahaman kita lebih disebabkan karena kita tidak memahami sumbernya dengan benar seperti memahami asbaabul wurud (sebab musabab hadits) juga kaidah-kaidah bahasa Arab serta kelurusan niat kita dalam memahaminya. Tanpa bermaksud memperpanjang pembahasan, arti dari hadits di atas sesungguhnya adalah bahwa laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan yang esensial dalam cara berfikir sehingga perbuatan dan pemahaman pada suatu peristiwa, pandangan terhadap kehidupan dan dalam menjalaninya akan berbeda antara keduanya.

Jelaslah bahwa perbedaan itu merupakan hal yang esensial sehingga masing-masing pihak tidak semestinya memaksakan sudut pandanganya yang mengakibatkan tegangnya hubungan suci antara suami-istri. Bersikap terbuka dengan perbedaan ini akan mempermudah kita untuk belajar cara merespon dengan tepat setiap emosi dan perilaku yang ditunjukkan oleh pasangan.

Semoga Allah mengaruniai kita dan pasangan kita hati yang lembut, perangai yang santun, serta niat yang lurus karenaNya dalam mendayung bahtera pernikahan kita menyusuri lautan kehidupan hingga kelak jumpa di jannahNya… =) 

to be continued…

 

*Buku ini cocok sekali sebagai kado pernikahan (promosi mode on 😉 )

Sumber

An-Nu’aimi, Thariq Kamal. (2009). Psikologi Suami-Istri: Memahami Perbedaan Tabiat dan Karakter Seksis Laki-laki dan Perempuan Demi Membangun Keharmonisan Hidup Berkeluarga. Yogyakarta: Mitra Pustaka.

Brizendine, Louann. (2006). The Female Brain. Jakarta: Ufuk Press.

Advertisements