โ€‹Selezat Opor

Setelah ijab qabul terucap, maka resmilah saya menjadi bagian dari Bani Hasyim. Menjadi salah satu dari anak Sidtu dan Sidi. Ya, saya tidak pernah dianggap sebagai menantu mereka, akan tetapi anak. What an exciting! Ini menyentuh sekali di saat banyak isu negatif seputar keharmonisan antara menantu dan mertua. Begitu pun dengan ipar-ipar saya. Saya yang anak semata jengkol, kata suami, langsung dapat enam orang adik (sekarang delapan) yang ulala uyee, ipar rasa saudara ๐Ÿ˜‹. Eh tapi bukan itu deng yang mau saya ceritain ๐Ÿ˜.

Banyak pelajaran berharga yang saya dapat dari sosok Sidtu dan Siddi. Sebagai orangtua, saudara, pendidik, juga anggota masyarakat. Selalu ada cerita menarik jika saya meluangkan diri berbincang dengan mereka. Salah satunya saya saksikan sendiri sebagai anak mereka.
Selama bertahun-tahun, Sidtu dan Sidi bertetanggaan dengan sebuah keluarga Nasrani. Rumah mereka berseberangan persis.  Kami biasa menyapa mereka dengan panggilan Mamak Joshua dan Bapak Joshua (Joshua nama anak pertama mereka. Bukan nama sebenarnya). Sidtu dan Sidi benar-benar menunaikan hak sebagai tetangga. Kadang jika Sidi memasak lebih (Sidi adalah koki di rumah. Masakannya suka bikin nagih ๐Ÿ˜‹), Sidtu akan mengirimkannya ke rumah Mamak Joshua. Begitu pun jika hari Natal, Mamak suka mengirimkan opor ayam ke rumah. Jangan ditanya bagaimana kedekatan Joshua dan adik-adiknya, Kevin dan Agnes, dengan keluarga kami. Agnes yang saat itu masih balita, senang sekali bermain di rumah. Ia dekat dengan adik-adik kami. Tak jarang juga Agnes tidur di rumah. Bahkan, saat Agnes sakit, pernah dirawat di rumah kami karena Mamak harus berangkat kerja ke pasar. Agnes pun sering diajak ke Jakarta saat lebaran. Lain waktu, jika antara Mamak dan Bapak sedang ada masalah, Agnes yang tengah menangis diungsikan ke rumah. Sidtu juga kerap menjadi tempat mencurahkan perasaan Mamak soal rumah tangga. Hingga saat pernikahan saya pun, mereka turut menghadiri akad nikah kami di masjid.
Lantas, apakah perbedaan keyakinan ini mengganggu hubungan kami? Tentu tidak. Kami yakin bahwa keragaman (pluralitas) adalah keniscayaan. Entitas yang harus diakui keberadaannya. Lalu bagaimana tentang menjaga keharmonisan? Toleransi? Coba tengok sejarah bagaimana Rasulullah Muhammad saw dalam menebarkan risalahNya. Sekali pun sudah membebaskan suatu wilayah, beliau juga sahabat dan para pemimpin setelahnya mengizinkan keyakinan beragama penduduk setempat tetap demikian seperti yang dialami penduduk Kristen Koptik saat pembebasan Mesir oleh Amr bin Ash. Piagam Madinah pun menjadi bukti bahwa perjanjian dalam Islam sungguh memuliakan kemanusiaan.
Alangkah menyejukkan kaidah bertoleransi yang sudah diwariskan belasan abad silam, “bagiku agamaku dan bagimu agamamu” (al-kafirun: 6), “tak ada paksaan untuk berislam” (al baqarah: 256), “jangan memaki sesembahan mereka selain Allah” (al-an’am:108), “berkata yang baik atau diam” (HR Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47). Ini mencerahkan pandangan kita akan keragaman sekaligus merawat fitrah nurani dan akal kita sebagai manusia.
Setiap agama punya nilai fundamental yang diyakini kebenarannya oleh penganutnya meski berbeda antara satu agama dengan yang lain. Kita perlu berbijak diri untuk menghargai perbedaan ini. Bertoleransi. Mengatakan bahwa semua agama sama (pluralisme) padahal sejatinya berbeda adalah tindakan mencederai keyakinan juga toleransi itu sendiri. Apalagi jika sampai mengolok agama lain (yang kita tak ada ilmu atas hal tersebut) di ranah publik. Sebaliknya, menyebut saudara-saudara kita yang berusaha menjaga keyakinannya dengan sebutan “kurang piknik, nyinyir, intoleran, dsb” juga adalah sikap yang ah, ayolah kita bisa kok memahami sudut pandang mereka secara positif. Kita perlu lebih sering berkaca dari sejarah agar kearifan yang sudah dibangun berabad lalu tak luntur  oleh kedamaian semu atas nama toleransi yang tidak pada tempatnya.
Dengan begitu akan kita insyafi bahwa dalam bertoleransi, meskipun kebaikan bersifat universal, ada tataran yang tak boleh kita masuki terlalu jauh. Cukuplah momen natal dan lebaran menjadi bukti bahwa opor ayam sama lezatnya saat disantap bersama Joshua, Kevin, dan Agnes ๐Ÿ˜Š.

Advertisements

โ€‹Surga Tanpa Gawai

“Hanya mampir sebentar kok. Sudah lama mau ngantar kue, baru sempat sekarang.”
Ujar seorang saudari yang sudah bertahun-tahun tidak jumpa. Hanya sesekali menyapa di medsos. Tidak menyangka kehadirannya begitu nyata, tiba-tiba dan singkat. Namun, amat membekas. 
Di waktu yang singkat itu ia sempat mendengarkan cerita tentang Nuun yang baru sembuh. Menanyakan kabar keluarga, mendoakan, juga menyisipkan canda khasnya. Ah iya semendalam itu arti kunjunganmu Kak.
Semoga Allah senantiasa memberkahimu sekeluarga yang dengan ringannya melangkah tuk menyambung silaturahim dan memberi hadiah. *1
Eh, tapi kenapa judulnya begitu ya? ๐Ÿค” Hehe
Jadi sebenarnya sempat ada lintasan pikiran begini, “Nanti di surga masih ada gawai nggak ya? Kita bisa minta apa saja kan? *2 Aku ingin surga tanpa gawai. Kalau mau ketemu siapa-siapa bisa langsung ketemu. Tinggal pilih tempat PW buat ketemuan (di surga mana ada yang ga enak cobaaa). Nggak perlu lagi punya kamera canggih buat wefie. Untuk apa coba kalau kebahagiaan bertemu yang terkasih bisa dengan mudah diakses. Jadi fokus menikmati kebersamaan tanpa ribet mematut diri demi tampil kece di laman medsos ~padahal pas ketemuan sibuk sama gawai masing-masing~ ๐Ÿ˜›.
Lalu, yakin masih perlu gawai buat dengerin lagu, buka YouTube, main game online atau belanja online ๐Ÿคฃ sedangkan surga sudah menghampar dengan segala kelezatannya tak terbayangkan akal manusia. Pun, perlukah menunjukkan eksistensi, padahal kita telah mencapai radhiallahu anhu/a. *3  Apalagi buat transfer tagihan, ngedit kerjaan, nyatet pengeluaran dan tetek bengek lainnya yang ya kali bakal masih kepikiran entar ๐Ÿ˜.
Ah, bermimpi itu indah ya… Dan harus serius dikejar agar jadi kenyataan kelak. Tinggal nggarap tugas kita tuk beribadah dan ngejar ridhoNya kan? Sembari memakmurkan bumi dengan namaNya ๐Ÿ˜Š. *4
“Nesya lama nggak main FB lagi ya? Jarang lihat statusnya.”
“Nggak Kak, mau menepi. Inginnya bisa silaturahim langsung kayak gini. ๐Ÿ˜Š”
(Ayok ayaaah kita realisasikan daftar kunjungan kita ke rumah saudara2 kita ๐Ÿ˜ƒ

Ada yang mau dimasukkan ke daftar? ๐Ÿ˜‰) 

#nulislagi

#nuliskilat(selagibocahbobo)

#pemanasanIIP

#nyambungsilaturahim

#sehidupsesurga

#asyiknyangejarsurgaramerame
*1 Aisyah radhiyallahu โ€˜anha menyatakan,
ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ู ุงู„ู’ู‡ูŽุฏููŠูŽู‘ุฉูŽ ูˆูŽูŠูุซููŠุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง
โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.โ€

(HR. Bukhari, no. 2585)
Sumber : https://rumaysho.com/15422-21-faedah-tentang-hadiah.html
*2 โ€œdan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di dalamnyaโ€ 

(QS. Az-Zukhruf: 71)
โ€œMereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannyaโ€

(QS. Qaaf: 35)
https://muslim.or.id/17201-mengenal-pasar-di-surga.html
*3. โ€œHai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaโ€™ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.โ€ (QS. Al-Fajr: 27-30)
*4. โ€œDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.โ€ 

(QS. Adz Dzariyat: 56)
Sumber : https://rumaysho.com/342-untuk-apa-kita-diciptakan-di-dunia-ini.html
“Dan dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( QS Al anโ€™am: 165)
โ€œBarangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barangsiapa yang mencari ridho manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.โ€

(HR. Tirmidzi no. 2414 dan Ibnu Hibban no. 276. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Sumber : https://rumaysho.com/3099-akibat-mencari-ridho-manusia.html

Let It Go

Donยดt be embarrassed, donยดt be afraid
Donยดt let your dreams slip away
It’s determination and using your gift
Everybody has a gift
Never give up, never let it die
Trust your instincts and most importantly
Youยดve got nothing to lose
So just go for it

(It’s Amazingโ€‹ – Jem)

Lagu ini kurang lebih merepresentasikan rasa yang menggantung 1 tahun belakangan. Di tengah upaya memutar konsep “zona nyaman” dari yang terbiasa nyaman dengan kedinamisan aktivitas luar rumah menjadi nyaman (membangun surga) di rumah. 

Menghidupkan mimpi tak boleh henti sembari menjalani kodrat asasi. Mimpi yang harus terus hidup mendampingi cita akan peradaban rabbani kelak. Mimpi yang harus dirawat bersama “tunas mungil” yang boleh jadi suatu saat menjadi partner terbaik tuk mewujudkan sang mimpi.

Bersama Institut Ibu Profesional (IIP) aku seperti lepas landas, mengepakkan sayap tuk meraih sang mimpi. Bersama para pemimpi yang gairah belajarnya sungguh luar biasa. Semoga sang mimpi melangit bersama doa hingga siap membumi dan menjadi rahmat bagi semesta.

Terima kasih IIP yang telah memberi ruang untuk belajar, beradab, bermimpi, berdaya, berkarya, berbagi. Mudah2an bisa melanjutkan ke jenjang-jenjang berikutnya dengan syukur nan semangat!

Bismillaahirrahmaanirrahiim ๐Ÿ˜Š

Langkah Baru

โ€œAku ingin jadi guru TKโ€

Sebuah cita yang pernah singgah dalam angan seorang bocah di kala duduk di bangku Sekolah Dasar hingga hidup mengambil perhatiannya dan perlahan cita itu terlupakan, tergantikan.

Singkat cerita, cinta memanggil cita itu menyeruak ke alam sadar mewujud dalam laku saat ia memutuskan mengirim biodata plus lamaran ke suatu tempat yang ia yakini mampu membawa mimpinya jauh melampaui usianya membangun sebuah peradaban paripurna yang membawa rahmat bagi semesta alam dipimpin oleh para khalifah yang hendak memakmurkan bumi, mengembalikannya kepada fitrah sebagai hamba Alloh sebelum tutup usia.

Kini, bersama 18 pejuang dengan impiannya masing-masing, seorang bocah yang bertransformasi menjadi muslimah itu, menjalani rangkaian pembelajaran untuk menjadi seorang guru kehidupan, gurunya manusia, melalui sebuah sarana bervisi sekolah kehidupan.

Perjalanan itu belum mencapai akhir, bahkan baru dimulai, tetapi muslimah ini mendapatkan banyak sekali, tidak hanya ilmu dan pengalaman baru tetapi juga harapan dan energi positif yang meluap, memenuhi relung jiwanya.

Guru pembelajar, penggerak kebaikan, pencetak para pemimpin peradaban.

Dengan ketulusan karenaNya, gelora asa, harmoni ilmu, kemantapan langkah serta dukungan aura positif di sekitarnya.

Ia berjanji untuk menjadi lebih baik, semakin baik dari waktu ke waktu hingga menjadi inspirasi.

Melangkahlah ia bersama senandung cintaโ€ฆ

Jejak Wanita

Bismillahirrahmaaniraahiim,
โ€œDi balik (kesuksesan) pria yang besar pasti ada (peran) wanita yang besarโ€ . Sebuah pepatah yang begitu terkenal dan diamini banyak orang dan ternyata, hal tersebut bukan hanya retorika belaka. Beberapa waktu yang lalu hingga kini, saya masih sering menemukan gambar yang manis banget ini beredar di jejaring social Facebook sehingga membuat saya tertarik untuk membuat suatu tulisan tentang keistimewaan wanita.

Sebagai anak, ia membukakan pintu surga bagi ayahnya…

Aisyah radhiallahu ‘anhaa berkata:
ุฏูŽุฎูŽู„ูŽุชู’ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉูŒ ู…ูŽุนูŽู‡ูŽุง ุงุจู’ู†ูŽุชูŽุงู†ู ู„ูŽู‡ูŽุง ุชูŽุณู’ุฃูŽู„ู ููŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฌูุฏู’ ุนูู†ู’ุฏููŠ ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุชูŽู…ู’ุฑูŽุฉู ููŽุฃูŽุนู’ุทูŽูŠู’ุชูู‡ูŽุง ุฅููŠู‘ูŽุงู‡ูŽุง ููŽู‚ูŽุณูŽู…ูŽุชู’ู‡ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงุจู’ู†ูŽุชูŽูŠู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฃู’ูƒูู„ู’ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู…ูŽุชู’ ููŽุฎูŽุฑูŽุฌูŽุชู’ ููŽุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ููŽุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑู’ุชูู‡ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ
Seorang ibu bersama dua putrinya menemuiku meminta makanan, akan tetapi ia tidak mendapati sedikit makananpun yang ada padaku kecuali sebutir kurma. Maka akupun memberikan kurma tersebut kepadanya, lalu ia membagi sebutir kurma tersebut untuk kedua putrinya, dan ia tidak makan kurma itu sedikitpun. Setelah itu ibu itu berdiri dan pergi keluar. Lalu masuklah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka akupun mengabarkannya tentang ini, maka Nabi bersabda :
ู…ูŽู†ู ุงุจู’ุชูู„ููŠูŽ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ุจูŽู†ูŽุงุชู ุจูุดูŽูŠู’ุกู ููŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ูƒูู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ุณูุชู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู
“Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka”
(HR Al-Bukhari no 1418 dan Muslim no 2629)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุจูŽู†ูŽุงุชู ููŽุตูŽุจูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽุทู’ุนูŽู…ูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุณูŽู‚ูŽุงู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽูƒูŽุณูŽุงู‡ูู†ู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฌูุฏูŽุชูู‡ู ูƒูู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ุญูุฌูŽุงุจู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู
“Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan lalu ia bersabar atas mereka, dan memberi makan mereka, memberi minum, serta memberi pakaian kepada mereka dari kecukupannya, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka pada hari kiamat”
(HR Ibnu Maajah no 3669 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 294)
Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwasanya Nabi bersabda
ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงู„ูŽ ุฌูŽุงุฑููŠูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุจู’ู„ูุบูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฃูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูˆูŽุถูŽู…ู‘ูŽ ุฃูŽุตูŽุงุจูุนูŽู‡ู
“Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku” (Anas bin Malik berkata : Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau)
(HR Muslim no 2631)
Dalam riwayat yang lain :
ุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ุฃูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ูƒูŽู‡ูŽุงุชูŽูŠู’ู†ู – ูˆูŽุฃูŽุดูŽุงุฑูŽ ุจูุฃูุตู’ุจูุนูŽูŠู’ู‡ู

“Aku dan dia di surga seperti dua jari ini” (dan beliau mengisyaratkan dengan dua jari jemari beliau)
(HR At-Thirmidzi no : 1914 dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Dari Jabir radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุซูŽู„ุงูŽุซู ุจูŽู†ูŽุงุชู ูŠูุคู’ูˆููŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽูŠูŽูƒู’ูููŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ูู‡ูู†ู‘ูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุฌูŽุจูŽุชู’ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุจูŽุชู‘ูŽุฉูŽ . ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุถู ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู : ูˆูŽุซูู†ู’ุชูŽูŠู’ู†ู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูˆูŽุซูู†ู’ุชูŽูŠู’ู†ู ] . ูˆูŽุฒูŽุงุฏูŽ ูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู : ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุธูŽู†ูŽู†ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู‹ุง ( ู„ูŽูˆู’ ) ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ุŸ ู„ูŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹
“Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan, ia mengayomi mereka, mencukupi mereka, dan menyayangi mereka maka tentu telah wajib baginya surga”. Maka ada salah seorang dari kaum berkata, “Kalau dua anak perempuan Ya Rasulullah?”. Nabi berkata, “Dua anak perempuan juga”
Dalam riwayat lain ada tambahan, “Sampai-sampai kami menyangka kalau ada orang yang berkata, “Kalau satu anak perempuan?”, maka tentu Nabi akan berkata, “Satu anak perempuan juga”.
(Dihasankan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 1027)

Sebagai istri, ia menyempurnakan separuh Diin suaminya…
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
(QS ar-Ruum: 21)
“Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya.”
(QS An-Nisaa’: 4)
Abdullah bin Amr radhiallahu โ€˜anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam:
ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ู…ูŽุชุงูŽุนูŒ ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุชูŽุงุนู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุฉู
โ€œSesungguhnya dunia itu adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.โ€
(HR. Muslim no. 1467)
Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu โ€˜anhu:
ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃูุฎู’ุจูุฑูŽูƒูŽ ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ู†ูุฒู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกูุŒ ุงูŽู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุฉูุŒ ุฅูุฐูŽุง ู†ูŽุธูŽุฑูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุณูŽุฑู‘ูŽุชู’ู‡ูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ูŽุง ุฃูŽุทูŽุงุนูŽุชู’ู‡ูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุบูŽุงุจูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุญูŽููุธูŽุชู’ู‡ูŽ
โ€œMaukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.โ€
(HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jamiโ€™ush Shahih 3/57: โ€œHadits ini shahih di atas syarat Muslim.โ€)
Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu โ€˜anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam: โ€œWahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?โ€ Beliau Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab:
ู„ููŠูŽุชู‘ูŽุฎูุฐู’ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ู‚ูŽู„ู’ุจู‹ุง ุดูŽุงูƒูุฑู‹ุง ูˆูŽู„ูุณูŽุงู†ุงู‹ ุฐูŽุงูƒูุฑู‹ุง ูˆูŽุฒูŽูˆู’ุฌูŽุฉู‹ ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุฉู‹ ุชูุนููŠู’ู†ู ุฃูŽุญูŽุฏูŽูƒูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู…ู’ุฑู ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู
โ€œHendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat.โ€
(HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)
Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menyatakan:
ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ู‘ูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฎูŽู…ู’ุณูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุตูŽุงู…ูŽุชู’ ุดูŽู‡ู’ุฑูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุญูŽููุธูŽุชู’ ููŽุฑู’ุฌูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุทูŽุงุนูŽุชู’ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุงุŒ ู‚ููŠู’ู„ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง: ุงุฏู’ุฎูู„ููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠู‘ู ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุดูุฆู’ุชู
โ€œApabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.โ€
(HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jamiโ€™ no. 660, 661)
Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda :
ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃูุฎู’ุจูุฑููƒูู…ู’ ุจูู†ูุณูŽุงุฆููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูุŸ ุงูŽู„ู’ูˆูŽุฏููˆู’ุฏู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููˆู’ุฏู ุงู„ู’ุนูŽุคููˆู’ุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุงุŒ ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ุฅูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุถูŽุนูŽ ูŠูŽุฏูŽู‡ูŽุง ูููŠ ูŠูŽุฏู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุชูŽู‚ููˆู’ู„ู: ู„ุงูŽ ุฃูŽุฐููˆู‚ู ุบูŽุถู’ู…ู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฑู’ุถูŽู‰
โ€œMaukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: โ€œAku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.โ€
(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)
Dari Abu Hurairah r.a., berkata: Rasulullah saw. bersabda: โ€œMukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya, dan yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya.”
(HR At-Tirmidzi)
Ada seorang wanita datang kepada Nabi SAW bertanya, “Wahai RasuIullah, sesungguhnya aku adalah delegasi wanita yang diutus kepadamu dan tidak ada satu wanita pun kecuali agar aku keluar untuk menemui engkau.” Kemudian wanita itu mengemukakan permasalahannya dengan mengatakan, “Allah adalah Rabb-nya laki-laki dan wanita dan ilah mereka. Dan engkau adalah utusan Allah untuk laki-laki dan wanita, Allah telah mewajibkan jihad kepada kaum laki-laki sehingga apabila mereka memperoleh kemenangan akan mendapat pahala, dan apabila mati syahid mereka akan tetap hidup di sisi Rabb-nya dan diberi rizki. Amal perbuatan apakah yang bisa menyamai perbuatan mereka dari ketaatan? Nabi SAW menjawab, “Taat kepada suami dan memenuhi hak-haknya tetapi sedikit dari kaum yang bisa melaksanakannya.”
(HR. Tabrani)
Pada pengajarannya yang lain, Rasulullah saw berkata,โ€Perempuan mana saja yang meninggalkan dunia sementara suaminya meridhainya pasti masuk surga.”
(HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Sebagai ibu, surga di bawah telapak kakinya…
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”
(QS Luqman: 14)
โ€œKami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”
(QS Al-Ahqaf: 15)
โ€œDan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu- bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.โ€
(QS Al-โ€˜Ankabuut: 8)
โ€œDan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”
(QS Al-Israaโ€™: 23-24)
โ€œWahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kupergauli dengan baik?โ€ Beliau berkata, โ€œIbumu.โ€ Laki-laki itu kembali bertanya, โ€œKemudian siapa?โ€, tanya laki-laki itu. โ€œIbumuโ€, jawab beliau, โ€œKemudian siapa?โ€ tanyanya lagi. โ€œKemudian ayahmuโ€, jawab beliau.โ€
(HR. Al-Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 6447)
Hadits Mu’awiyah bin Jahimah, dimana beliau pernah mendatangi Rasulullah SAW dan bertanya :
“Ya, Rasulallah. Aku ingin ikut dalam peperangan, tapi sebelumnya Aku minta pendapat Anda”. Rasulullah SAW bertanya,”Apakah kamu masih punya ibu?”. “Punya”, jawabnya. Rasulullah SAW,”Jagalah beliau, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua telapak kakinya”.
(HR. An-Nasai, Ahmad dan Ath-Thabarani — Sanad hadits ini oleh banyak ulama diterima sebagai hadits yang hasan, bahkan Al-Hakim dan Adz-Dzahabi menyebutnya sebagai hadits shahih.)
Dari sahabat Abu Abdirrahman Abdullah bin Masโ€™ud radhiyallahu โ€˜anhu.
โ€œArti : Dari Abdullah bin Masโ€™ud katanya, โ€œAku berta kpd Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam tentang amal-amal yg paling utama dan dicintai Allah ? Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam menjawab, Pertama shalat pada waktu (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kpd kedua orang tua, ketiga jihad di jalan Allahโ€
(Hadits Riwayat Bukhari I/134, Muslim No.85, Fathul Baari 2/9)
โ€œBarangsiapa yang membaca Al-Qurโ€™an dan mengamalkannya maka ia akan dipakaikan kepada kedua orangtuanya mahkota yang sinarnya lebih terang daripada sinar matahari di dunia pada hari kiamat nanti, kalaulah sekiranya ada bersama kalian, maka apa perkiraan kalian tentang orang yang mengamalkannya (Al-Qurโ€™an)โ€
(HR Ahmad, Abu Daud, Al-baihaqi, dan Al-Hakim)
Dari Abdillah bin Amr bin Ash Radhiyallahu โ€˜anhuma dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œRidla Allah tergantung kpd keridlaan orang tua dan murka Allah tergantung kpd kemurkaan orang tuaโ€
(Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad (2), Ibnu Hibban (2026-Mawarid-), Tirmidzi (1900), Hakim (4/151-152))

Para Wanita Yang Diabadikan Al-Qurโ€™an
Ibunda Musa as. yang diabadikan dalam Surat Al-Qashash: 4-13. Sang pemilik keyakinan teguh atas rahmat Yang Kuasa hingga mengapungkan putranya di aliran Sungai Nil untuk menyelamatkannya dari kekejaman Firโ€™aun dan atas kuasaNya dipertemukan kembali dengan putranya yang kelak menjadi rasul Alloh.
Istri Imran yang diabadikan Alloh dalam Surat Ali-โ€˜Imraan: 35-36. Istri Imran yang menazarkan anak dalam kandungannya menjadi anak yang shalih dan memohon perlindungan bagi anak dan keturunannya dari setan yang terkutuk.
Maryam, Ibunda Isa as. yang diabadikan dalam Surat Ali-โ€˜Imran: 37-38 serta Surat Maryam: 16-30 tentang pengasuhannya oleh Nabi Zakariya hingga melahirkan Isa yang tidak berayah dan kelak menjadi seorang rasul.
Sarah, istri Nabi Ibrahim as, ibu dari Nabi Ishaq as. dalam Surat Huud: 69-73 tentang para malaikat yang mengabarkan kelahiran Ishaq as. padahal saat itu Nabi Ibrahim dan Sarah sudah berusia lanjut.
Hajar, istri Ibrahim as. ibu dari Nabi Ismail as. dalam Surat Ibrahim: 37 tentang doa Nabi Ibrahim ketika hendak meninggalkan Hajar dan Ismail di padang tandus. Doanya agar mereka mendirikan shalat, mendapat bantuan dari orang-orang dan mendapatkan rizki yang cukup.

Karena kau Begitu Istimewa

Wanita, ketika tidak bekerja di ranah publik, bukanlah karena ketidakmampuannya maupun keterkungkungan, melainkan karena ia sadar bahwa perannya lebih dari sekedar penghasil materi atau pengejar aktualisasi. Ialah yang melahirkan kemanusiaan dan membesarkan generasi pembangun peradaban.
Bersyukurlah wahai wanita, yang mengikhlaskan dirimu menjadi pintu surga…โ€

Luar biasa bukan, bagaimana Alloh SWT dan Rasululloh saw memuliakan wanita? Pun, ini baru perannya dalam ranah domestik. Belum lagi jika kita menilik fakta sejarah dan pendapat para ulama tentang peran-peran wanita yang dimuliakan dalam Islam. Contoh nyata ialah Ibunda โ€˜Aisyah r.a. sang humairaa kesayangan Rasululloh saw yang menguasai bidang keilmuan (Al-Qurโ€™an, hadits, fiqh, qiyas serta prinsip-psinsip ijtihad) yang bisa disejajarkan dengan ilmu para sahabat. Di samping itu, bidang kedokteran, sejarah, retorika dan sastra pun beliau kuasai. Selain beliau, Ibunda Khadijah r.a., kekasih pertama Rasululloh saw yang bisa diteladani dalam bidang perniagaan sebagai seorang international business woman yang merelakan segenap harta dan jiwanya demi membela keyakinannya akan diinulloh. Ada pun Ummu Ammarah, Nusaibah binti Kaโ€™ab r.a yang turut angkat sejata dan memberikan air minum kepada tentara Islam dalam Perang Uhud dan Yamamah, yang mendapat sayatan pedang karena menjadikan raganya sebagai tameng Rasululloh dari musuh yang hendak membunuh beliau atau Asmaโ€™ binti Abu Bakar yang mengantarkan perbekalan untuk ayahnya dan Rasululloh saw di kala mengandung. Bekal ini diantarkannya berjalan kaki ke Gua Tsur yang letaknya di atas gunung setiap sore. Ia mengenakan dua ikat pinggang. Yang satu untuk membopong bekal dan yang lain untuk menahan perutnya agar tak keguguran. Tak heranlah jika Rasululloh bersabda, โ€œSesungguhnya ia telah memiliki dua ikat pinggang di surgaโ€. Sungguh besar kekuatan yang Alloh anugerahkan kepada makhluk bernama wanita ini.
Sungguh indah jika kita benar-benar memahami fitrah kita sebagai wanita. Wanita, ketika memilih perannya di ranah domestik maupun ranah publik (sosial kemasyarakatan, privat maupun pemangku wewenang) berlandaskan niat yang lurus sebagai hambaNya, kesadaran yang matang akan kondisi diri maupun sekitarnya, kompetensi yang mumpuni dalam bidangnya, serta prioritas amal yang dipilih dengan bijaksana. Insya Alloh kita akan menjadi sebaik-baik perhiasanโ€ฆ Insya Alloh para bidadari surga pun akan cemburu padamuโ€ฆ Wallohuaโ€™lam bish shawab.
Terakhir, bertepatan dengan tanggal 8 Maret, saya ingin mengucapkan kepada yang teristimewa,

Happy International Women’s Day! (-^0^-)/

Sumber Inspirasi
Al-Qurโ€™an Terjemahan
โ€˜Aisyah radhiyallohu anha: The Greatest Woman in Islam karya Sulaiman an-Nadawi tahun 2007 diterbitkan oleh Qisthi Press.

Fikih Politik Kaum Perempuan, Pedoman Peran Sosial Politik Muslimah Tinjauan Sirah Shahabiyah karya Cahyadi Takariawan tahun 2002 diterbitkan oleh Tiga Lentera Utama.
Masyarakat Berbasis Syariat Islam: Hukum, Perekonomian, Perempuan karya Dr. Yusuf Qardhawi tahun 2003 diterbitkan oleh Era Intermedia.
Perempuan Istimewa Teladan Di Medan Dakwah karya Muhammad Husain Isa tahun 2010 diterbitkan oleh Tarbawi Press.
Petunjuk Jalan karya Sayyid Quthb tahun 2001 diterbitkan oleh Gema Insani Press.
The Great Power of Mother, Inspirasi Dahsyat Dunia Akhirat karya Solikhin Abu Izzuddin & Dewi Astuti tahun 2007 diterbitkan oleh Pro-U Media.
http://firanda.com/index.php/artikel/keluarga/248-keutamaan-anak-perempuan
http://rumahfahima.org/en/artikel/percikan-iman/208-melacak-karakter-istri-sholihah-dalam-al-quran.html
http://qurandansunnah.wordpress.com/2009/06/03/mendambakan-wanita-sholehah/
http://s463na.blogspot.com/2008/05/wanita-sebagai-istri.html
http://wagenugraha.wordpress.com/2008/10/29/mencontoh-rasulullah-saw-menjadi-suami-teladan/

http://blog.re.or.id/keutamaan-berbakti-kepada-kedua-orang-tua-dan-pahalanya.htm
http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Ibu