3,5 Bayti Jannati

Alhamdulillahirabbil’alamiin, di usia pernikahan kami yang (ga terasa) sudah menginjak 3,5 tahun – di atas berbagai hal yang bikin nyengir sampe nyengir yang berdarah-darah (???) – Aku dan suami bergitu bersyukur dengan segala sakinah, mawaddah, dan rahmah yang Alloh karuniakan bagi keluarga mungil (biar terkesan imut hehe…) kami.

Setelah berkali-kali mengubah life planning kami, Alloh Yang Maha Pemurah menunjukkan kami pintu kebahagiaan yakni memiliki hunian sendiri (sujud syukur setelah berpuluh-puluh brosur KPR rumah sampai calon rumah itu sendiri kami sambangi T-T) yang kami upayakan dengan mencicil. Pertimbangan untuk membeli rumah adalah perkara yang harus benar-benar direncanakan dengan matang. Alasannya adalah,

  1. Rumah adalah tempat kami membangun surga sejak di dunia. Bayti jannati sehingga kenyamanan adalah faktor yang penting.
  2. Jarak dengan orang tua maupun mertua harus strategis (nggak jauh dan nggak terlalu dekat :p) dan yang penting mudah diakses kendaraan umum.
  3. Kemudahan akses ke tempat beraktivitas (memberikan manfaat secara sosial dan mencari nafkah).
  4. Kemudahan akses ke fasilitas umum seperti ATM (sebelum ke mana-mana ini amat penting ;p), swalayan/ toko sembako/ pasar/ tukang sayur/ mini market, klinik/ Rumah Sakit, sekolah, toko buku dsb.
  5. Lingkungan yang kondusif baik secara fisik (masih bisa lihat banyak pohon dan nggak banjir), keamanan, maupun sosial dan reliji untuk masa depan anak-anak kami.
  6. Dekat dengan masjid. Sebenarnya hal ini tidak perlu dirisaukan karena Alhamdulillah di mana-mana masjid atau setidaknya mushalla mudah dijumpai tetapi yang dimaksud adalah benar-benar dekat sehingga mudah bagi kami untuk turut memakmurkan masjid dengan aktif menggunakannya sebagai sarana memberikan manfaat bagi sesama.
  7. Masuk budget kami tentunya… ^_*

Hati kami jatuh pada sebuah rumah yang ditawarkan oleh kenalan dari OTS sekolahku. Rumahnya memang belum mencapai wujud ideal dari rumah yang kami inginkan karena rencana kami jika punya rizki berlebih Insya Alloh ingin punya rumah yang kami desain sendiri (suamiku hobi sekali mendesain denah rumah). Rumah dengan pekarangan yang luas di pedesaan yang sejuk tetapi sekali lagi kami amat sangat bersyukur dengan nikmat ini. Sang pemilik sebelumnya adalah seorang bidan yang Insya Alloh amanah dan santun.

Kini kami sedang memproses pengesahan surat-surat dan pemindahan barang-barang. What a challenge exciting moment! Tunggu cerita kami berikutnya ^^

FYI, rumahku ini bersebelahan alias cuma dibatasin sama sebaris tembok dengan sekolahku lho! #ngebayang serunya setelah aku pindah nanti, apalagi dari teras depan langsung bisa melihat ke ruang kelasku ;p

Gambar

Gambar ini diambil bulan Agustus saat masih dikontrak orang lain

Advertisements
Posted in Uncategorized

One thought on “3,5 Bayti Jannati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s