Saat yang (kan) kurindu

di depan pintu kamar kita yang menghadap ke kebun belakang, disirami cahya mentari pagi yang kaya, sambil duduk lesehan, engkau tertawa lepas saat ku mengarang cerita tentang semut dan benda-benda yang dibawanya pulang ke sarang. katamu, “kapan-kapan ceritakan lagi ya yang lainnya…”

di atas pohon, kau menampilkan keapa adaanmu berselimut cahya mentari, tersenyum, bergantungan dengan riang menguapkan aura kanak-kanak. hatiku tersenyum memelukmu

berjalan kaki di sepanjang trotoar kota Bogor, daun-daun berguguran dari batang-batang kokoh pohon yang mungkin jauh lebih tua dari kita, kau begitu bersemangat menunjukkan ruang-ruang masa lalumu yang penuh mimpi, harapan, perjuangan. dalam hati ku berdoa, “semoga saat ini selalu terpatri di hati kita” (meskipun aku manyun lantaran kakiku lecet ^^)

jalan pagi ke tempat-tempat yang belum pernah kujamah, menyusuri lika-liku yang tak terraba, menemukan hal-hal unik, membangun mimpi-mimpi. “kapan-kapan kita jalan lebih jauh lagi ya…” katamu tersenyum

tawamu, leluconmu (meskipun kadang garing :p), kepolosanmu, ambekan-mu, manyunmu, diammu, tangismu, cuekmu, menyebalkan-mu, keras kepalamu, cemburumu, perhatianmu, hafalan Qur’anmu, segalamu…

Maka nikmat Rabbmu yang manakah yang sanggup kau dustakan?

Dengan rindu,

=’)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s